Jumat, 26 Oktober 2012

Tulisan 4

DOA UNTUK IBU
Oleh : Mutia Fitriyani

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani

DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku

Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu

Rabu, 24 Oktober 2012

Tulisan 3


sejarah Malin Kundang
     
Pada jaman dahulu, hiduplah sebuah keluarga kecil di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka pada saat itu sangat kekurangan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.

Besar harapan malin dan ibunya, keduanya berpikir bahwa suatu hari nanti sang ayah akan pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli dan mencukupi keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Sungguh kasihan nasib Malin dan ibunya.

Setelah Malin Kundang menginjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan bahwa ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Dan akhirnya si Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.

Selama berada di atas kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah mempunyai banyak pengalaman. Malin belajar dengan giat dan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan dan pelayaran.

Sudah banyak pulau yang dikunjunginya, sampai pada suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang diserang oleh bajak laut yang sangat kejam. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruangan kecil yang tertutup oleh kayu.

Akhirnya Malin Kundang hidup terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang masih ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Malin memulai hidup barunya di desa itu. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang sangat kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Setelah beberapa lama setelah menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang tampan dan cantik sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya yang sudah lama ia tunggu yaitu Malin Kundang beserta istrinya
.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat dengan rang tampan tersebut, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, kata sang ibu sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi si Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. “Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya dengan sombong. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju yang compang-camping. “Wanita itu ibumu?”, tanya istri Malin Kundang. “Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan yang sangat menyakitkan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anak yang sangat disayanginya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Nah …. semoga kita tidak meniru sikap Malin Kundang yang durhaka kepada orang tuanya, terutama kepada ibu yang telah melahirkan kita.


Sumber : http://sdnkajeksan.tulangan.com/sejarah-malin-kundang.html

Sabtu, 20 Oktober 2012

Tulisan 2


Puisi Persahabatan

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku
tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat
adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan
kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan
mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.

Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut
membisikkan kata tidak di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata ya.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada kan
henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman
persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan
keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita
yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;
Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya,
mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
Untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.


http://kopihijau.info/puisi-persahabatan/

Tulisan 1


Pengertian Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor.
·         Pengertian Pendekatan Kardinal Dan Ordinal.
Ø  Pendekatan Kardinal sering juga dikenal dengan nama pendekatan marginal Utility dimana kepuasan dapat diukur sebagaimana mengukur berat.
Ø  Pendekatan Ordinal yaitu menganggap kepuasan konsumen tidak dapat dikuantitatifkan, hanya analisis deskritif.
·         Kepuasan Konsumen dengan Pendekatan Kardinal Ordinal.
Ø  Kepuasan konsumen dengan pendekatan Kardinal yaitu kepuasan atas sesuatu barang dapat diukur dalam konsep Kardinal, dimana yang sering digunakan adalah sastuan uang.
Ø  Kepuasan konsumen dengan pendekatan Ordinal yaitu Konsumen tidak perlu mengetahui berapa besarnya kepuasan yang dia dapatkan dari mengkonsumsi sesuatu barang yang dipilih, tetapi cukup membuat peringkat bahwa dia akan lebih mendapatkan kepuasan dengan mengkonsumsi sejumlah barang tertentu dibandingka dengan sejumlah tertentu barang lainnya, tanpa harus menyebut berapa besar lebihnya.
·         Definisi Elastisitas dan Macam-macam Besaran Elastisitas.
Ø  Definisi Elastisitas adalah mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga.
·         Macam-Macam besaran Elastisitas.
Ø  Elastisitas Pendapatan perubahan pendapatan berakibat pada derajat kepekaan jumlah barang yang diminta (degan anggapan bahwa harga nominal dan harga relatif kontan). Ukuran untuk mengetahui derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan pendapatan
Ø  Elastisitas Harga perubahan mengetahui derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan pendapatan (perubahan harga yang menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta)
Ø  Elastisitas Harga silang perubahan suatu barang dengan perubahan jumlah barang itu sendiri yang diminta oleh konsumen.
Ø   Elastisitas Penawaran dimana elastisitas sama besarnya dari permintaan dan penawaran.
·         Perbedaan macam-macam elastisitas yaitu dilihat dari dalamnya perminataan berbagai barang dan tingkat penawaran parsial dan karakteristik yang terkandung pada setiap faktor produksi suatu barang.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/ dan http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/perilaku-konsumen-60/